Jumat, 17 Februari 2017

Peningkatan Kreativitas dan Kemampuan serta Inovasi Guru Pada Proses Pembelajaran




A. Pengertian Inovasi
Inovasi adalah an idea, practice or object that perceived as new by an individual or other unit of adoption. Menurut Prof. Azis Inovasi berarti mengintrodusir suatu gagasan maupun teknologi baru, inovasi merupakan genus dari change yang berarti perubahan. Inovasi dapat berupa  ide, proses dan produk dalam berbagai bidang.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997 : 381) Inovasi diartikan sebagai penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya, misalnya gagasan, metode atau alat.
Menurut Peter Drucker (1997 : 84), innovation as “change that creates a new dimention of performance”. Inovasi sebagai suatu perubahan yang menimbulkan dimensi baru dalam penampilannya.
Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut di atas, inovasi merupakan sebuah temuan baru baik dalam bentuk ide, barang atau jasa yang berbeda dari sebelumnya dalam lingkun gan tertentu, dalam arti kreasi, dimensi dan penampilannya. Kemudian temuan baru itu diproses, dikenalkan secara sistematis dengan maksud agar dimilii oleh individu lain supaya terjadi perubahan, sehingga perubahan hasil inovasi tersebut menjadi kepuasan pada pihak yang menggunakannya.
B. Pengertian Kreativitas
Beberapa pengertian kreativitas  :
Kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang tidak dibuat oleh orang lain, sesuatu yang baru dan memiliki daya guna
Kreativitas adalah membuat sesuatu yang abstrak menjadi nyata, sesuatu yang potensial menjadi aktual
Kreativitas adalah kombinasi dari tiga hal, yaitu :
  • Penalaran (thinking)
  • Kecakapan (skills)
  • Motivasi
Kreativitas adalah orisinalitas, artinya bahwa produk, proses, atau orangnya, mampu menciptakan sesuatu yang belum diciptakan oleh orang lain. Kreativitas juga dapat dispesifikkan dalam dunia pendidikan, yang dinamakan oleh Torrance dan Goff (1990) sebagai kreativitas akademik (academic creativity), Kreativitas akademik ini menjelaskan cara berpikir guru atau siswa dalam belajar dan memproduksi informasi. Berpikir dan belajar kreatif memuat kemampuan untuk mengevaluasi (kemampuan untuk menangkap akar masalah, ketidakkonsistenan dan elemen yang hilang), berpikir divergen (fleksibilitas, originalitas dan elaborasi) dan redefinisi. Belajar secara kreatif adalah hal yang alami karena berkaitan sifat manusia yang selalu ingin tahu. Psikologi belajar telah menunjukkan bahwa individu yang menghadapi hal baru akan mengalami ketidakseimbangan dalam dirinya. Dengan demikian peluang untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut secara kreatif terbuka bagi semua orang.
Kreativitas tidak selalu dimiliki oleh guru berkemampuan akademik dan kecerdasan yang tinggi. Hal ini dikarenakan kreativitas tidak hanya membutuhkan keterampilan dan kemampuan, kreativitas juga membutuhkan kemauan atau motivasi. Keterampilan, bakat, dan kemampuan tidak langsung mengarahkan seseorang guru melakukan proses kreatif tanpa adanya faktor dorongan atau motivasi. Apakah perbedaan antara kreativitas dan inovasi? Inovasi dapat diartikan sebagai proses penyempurnaan produk atau proses yang sudah ada. Negara Jepang adalah negara yang inovatif karena terus menerus menciptakan beragam produk otomotif, elektronik atau industri yang menguasai pasar dunia. Negara Inggris dan Jerman adalah negara yang kreatif karena banyak ilmuwan mereka banyak memenangkan hadiah Nobel. Kreativitas adalah jantung dari inovasi. Tanpa kreativitas tidak akan ada inovasi. Semakin tinggi kreativitas, jalan ke arah inovasi semakin lebar pula.
C. Konsep dan Makna Pembelajaran
Istilah pembelajaran digunakan untuk menunjukkan kegiatan guru dan siswa. Menurut Gagne, Briggs dan Wager (1992) yang diungkap Paulina Panen (1999,1.5) , ”pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa”.
Konsep Pembelajaran menurut Corey, yang diungkap Syaiful Sagala (2003 : 61) adalah suatu proses dimana lingkungan seseorang sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau mengahasilkan respons terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset dari pendidikan.
Kegiatan pembelajaran adalah merupakan perpaduan antara aktivitas belajar dengan aktivitas mengajar. Menurut Teori Gestalt, yang diungkap E. Kusmana Pachrudin (1985 : 3 ) menyatakan : “ Belajar adalah proses interkasi antara berbagai potensi yang ada dalam diri siswa dengan aneka potensi yang datang dari guru, siswa lainnya,  fakta-fakta yang dihadapinya, konsep-konsep yang diketahuinya serta lingkungan yang melandasi proses belajarnya”.
Berdasarkan pengertian belajar tersebut maka kegiatan mengajar harus diberi makna sebagai aktivitas yang dilakukan guru dalam menyiapkan berbagai konsep, fakta, masalah dan lingkungan belajar yang akan sanggup memberi kemudahan kepada potensi yang ada pada diri siswa sebagai subyek ajar dalam mencapai tujuan belajarnya.
Kegiatan pembelajaran tidak hanya berlangsung dalam konteks tatap muka antara guru dan siswa di dalam kelas, interaksi siswa tidak dibatasi oleh kehadiran guru secara phisik. Siswa dapat belajar melalui bahan ajar cetak, modul, buku, LKS, program radio, program televisi atau media lainya. Tentu saja guru tetap memainkan peranan penting dalam merancang setiap kegiatan pembelajaran.
Dari pengertian diatas, kita dapat mengetahui bahwa ciri utama pembelajaran adalah meningkatkan dan mendukung proses belajar siswa, sedangkan ciri lainnya adalah adanya interaksi. Interaksi tersebut terjadi antara siswa yang belajar dengan lingkungan belajarnya, baik dengan guru, siswa lainnya, tutor, media atau sumber belajar lainnya. Ciri lainnya adanya saling keterkaitan antara komponen-komponen seperti tujuan, materi, kegiatan dan evaluasi pembelajaran. Tujuan pembelajaran mengacu pada kemampuan/kompetensi yang diharapkan dimiliki siswa setelah mengikuti suatu pembelajaran tertentu. Materi pembelajaran adalah segala sesuatu yang dianggap esensi yang harus dibahas dalam pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan pembelajaran mengacu pada penggunaan metode, model dan media dalam rangka membahas materi sehingga siswa menguasai kompetensi yang dipersyaratkan. Evaluasi adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk menilai keberhasilan pembelajaran. Baik materi,  kegiatan maupun evaluasi dikembangkan berdasarkan tujuan pembelajaran.
Sedangkan Syaiful Sagala (2003 : 63 ) mengatakan “Pembelajaran mempunyai dua karakteristik  yaitu Pertama , dalam proses pembelajaran melibatkan mental siswa secara maksimal, bukan hanya menuntut siswa sekedar mendengar, mencatat akan tetapi menghendaki aktivitas siswa dalam proses berpikir. Kedua, dalam pembelajaran membangun suasana dialogis dan proses tanya jawab terus menerus yang diarahkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berpikir siswa, yang pada gilirannya kemampuan berpikir itu dapat membantu siswa untuk memperoleh npengetahuan yang mereka kontruksi sendiri.
Kreativitas dan Inovasi guru dalam Pembelajaran
A. Manfaat Produk Kreativitas dan Inovasi Guru dalam Pendidikan
Dalam proses belajar dan mengajar, kreativitas dalam pembelajaran merupakan bagian dari suatu sistem yang tak terpisahkan dengan peserta didik dan pendidik. Peranan kreativitas guru tidak sekedar membantu proses belajar mengajar dengan mencakup satu aspek dalam diri manusia saja, akan tetapi mencakup apek-aspek lainnya yaitu kognitif, psikomotorik dan afektif. Secara umum kreativitas guru memiliki fungsi utama yaitu membantu menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan efisien. Namun fungsi tersebut dapat dispesifikkan menjadi beberapa macam antara lain :
1. Kreativitas guru berguna bagi peningkatan minat siswa terhadap mata pelajaran.
Produk kreativitas guru diharapkan akan memberikan situasi yang nyata pada proses pembelajaran. Selama ini siswa dituntut untuk memiliki kemampuan verbalisme yang tinggi pada hal-hal yang abstrak. Verbalisme adalah hal sangat sulit sekali dan membosankan bagi siswa jika terus menerus dipacu di sekolah. Penerapan produk kreativitas guru misalnya berupa instrumen yang mampu mengajak siswa belajar ke dunia nyata melalui visualisasi akan mampu menurunkan rasa bosan siswa dan meningkatkan minatnya pada mata pelajaran.
2.Kreativitas guru berguna dalam transfer informasi lebih utuh.
Hasil inovasi berupa instrumen bantu pendidikan akan memberikan data atau informasi yang utuh, hal ini terlihat pada aktifnya indera siswa, baik indera penglihatan, pendengaran dan penciuman, sehingga siswa seakan-akan menemui situasi yang seperti aslinya. Produk kreativitas guru akan melengkapi gambaran abstrak yang sebelumnya dipahami siswa dan membetulkan pemahaman yang salah mengenai informasi yang didapatkan dari teks. Pada kasus penerapan produk kreativitas guru pada laboratorium, dengan memanipulasi objek dan situasi penelitian sedemikian rupa, maka objek dan situsi tersebut seakan-akan sesuai dengan fenomena-fenomena yang dipelajari oleh siswa.
3. Kreativitas guru berguna dalam merangsang siswa untuk lebih berpikir secara ilmiah dalam mengamati gejala masyarakat atau gejala alam yang menjadi objek kajian dalam belajar.
Produk kreativitas guru sangat penting dalam pengembangan kerangka berpikir ilmiah berupa langkah rasional, sistematik, dan konsisten. Hasil-hasil kreativitas guru akan merangsang siswa untuk membantu siswa dalam mengidentifikasi masalah, observasi data, pengolahan data serta perumusan hipotesis. Kegiatan tersebut tidak  hanya memperkuat ingatan terhadap informasi yang diserap, tetapi juga berfungsi sebagai pembentukan unsur kognitif yang menyangkut jenjang pemahaman.
4. Produk kreativitas guru akan merangsang kreativitas siswa.
Kreativitas guru dapat digunakan secara mandiri oleh siswa, dimana siswa dapat mengembangkan kreativitasnya serta imajinasi dan daya nalarnya dalam memahami materi yang diajarkan. Siswa akan memiliki kelancaran, keluwesan, orisinalitas dan keunikan dalam berpikir.
B. Wadah Kreativitas dan Inovasi Guru dalam Pembelajaran
Kreativitas dan inovasi guru dapat diarahkan pada dua komponen pembelajaran di kelas, yaitu produk kreativitas dan hasil inovasi yang mendukung manajemen kelas serta hasil kreativitas dan hasil inovasi dalam bentuk media pembelajaran.
1. Kreativitas dalam Manajemen Kelas
Manajemen kelas adalah aktifitas guru dalam mengelola dinamika kelas, mengorganisasikan sumber daya yang ada serta menyusun perencanaan aktifitas yang dilakukan di kelas untuk diarahkan dalam proses pembelajaran yang baik. Dalam hal manajemen kelas, kreativitas guru dalam manajemen kelas diarahkan untuk:
  • Membantu siswa di kelas dapat belajar secara kolaboratif dan kooperatif
  • Menciptakan lingkungan akademik yang kondusif dalam proses belajar
2. Kreativitas Guru dalam Penggunaan Media Pembelajaran
Media belajar adalah alat atau benda yang dapat mendukung proses pembelajaran di kelas. Fungsi Media Belajar (1) membantu siswa dalam memahami konsep abstrak yang diajarkan, (2) meningkatkan motivasi siswa dalam belajar, (3) Mengurangi terjadinya mis understanding, (4) Memotivasi guru untuk mengembangkan pengetahuan. Dalam hal media belajar, kreativitas guru dalam media  belajar diarahkan untuk:
  1. Mereduksi hal-hal yang terlalu abstrak dalam materi belajar
  2. Membantu siswa mengintegrasikan materi belajar ke dalam situasi yang nyata.
Fungsi Media Pembelajaran

Penggunaan media pembelajaran dapat membantu meningkatkan pemahaman dan daya serap siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari.

Berikut inifungsi-fungsi dari penggunaan media pembelajaran menurut Asnawir dan Usman(2002:24)

1)Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan membantu memudahkan mengajar bagi      guru.
2)Memberikan pengalaman lebih nyata (yang abstrak dapat menjadi lebih
    konkrit)
3)Menarik perhatian siswa lebih besar (kegiatan pembelajaran dapatberjalan lebih menyenangkan dan tidak membosankan).
4)Semua indra siswa dapat diaktifkan.
5)Lebih menarik perhatiandan minat murid dalam belajar

Manfaat Media Pembelajaran

Beberapa manfaat media pembelajaran menurut Nana Sudjana dan Ahmad Rivai(1991:3)adalah:

1)Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2)Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebihdipahami oleh siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuanpembelajaran lebih baik.
3)Metode pembelajaran akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.
4)Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti pengamatan, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.

C. Peranan Guru Dalam meningkatkan Kreativitas Siswa
Setiap orang memiliki potensi untuk melakukan aktifitas yang kreatif. Setiap siswa baru yang memasuki proses belajar, dalam benak mereka selalu diiringi dengan rasa ingin tahu. Guru pada tahap ini diharapkan untuk merangsang siswa untuk melakukan apa yang dinamakan dengan learning skills acquired,  misalnya dengan jalan memberi kesempatan siswa untuk bertanya (questioning), menyelidik (inquiry), mencari (searching), menerapkan (manipulating) dan menguji coba (experimenting). Kebanyakan yang terjadi di lapangan adalah aktifitas ini jarang ditemui karena siswa hanya mendapatkan informasi yang bagi mereka adalah hal yang abstrak. Rasa ingin tahu siswa harus dijaga dengan cara memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat dari dekat, memegangnya serta mengalaminya.
Guru diharapkan mampu memberikan kesempatan bagi siswa untuk mendemontsrasikan perilaku yang kreatif. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan kreativitas siswa antara lain :
  1. Guru menghargai hasil-hasil pikiran kreatif siswa
  2. Guru respek terhadap pertanyaan, ide dan solusi siswa yang tidak biasa (unusual)
  3. Guru menunjukkan bahwa gagasan siswa adalah memiliki nilai yang ditunjukkan dengan cara mendengarkan dan mempertimbangkan. Padatataran ini, guru memberi kesempatan kepada siswa untuk menjelaskan kepada orang lain.

Contoh Produk Dalam Pembelajaran Kimia

Penggunaan Software Adobe Flash CS3 sebagai Media dalam Pembelajaran Kimia Tentang Sifat Periodik Unsur 











Media Pembelajaran Berbasis Komputer

Software Adobe Flash CS3

Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa, semula gurusebagai komunikator (menyampaikan pesan komunikasi) dan siswa sebagai komunikan (menerima pesan komunikasi). Kini dalam proses pembelajaran guru sebagai komunikator dan atau komunikan sementara siswa sebagai komunikan juga sebagai komunikator. Komunikasi demikian akan meninggikan kadar keterlibatansiswa dalam proses pembelajaran.Guru dan siswasecara bergantian bisa menjadi komunikator,sehingga proses pembelajaran lebih variatif.Untuk menghindari kesalahan komunikasi digunakan sarana untuk dapat membantu proses komunikasi yang disebut media. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang 12pikiran, perasaan, perhatian dan minatsiswa (Sadiman:1993:7).

Dalam proses pembelajaran, media yang digunakan disebut media pembelajaran. Media pembelajaran adalah media yang penggunaannya memperhatikan tujuan dan isi pengajaran yang biasanya dituangkan dalam kurikulum. Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan siswa. Hal ini bisa berupa perangkat lunak (software) yang berisi pesan atau informasi pendidikan, sedangkan peralatan keras (hardware) merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung dalam media tersebut. 

Salah satu software yang dapat digunakan untuk membuat media pembelajaran adalah software Adobe Flash CS3. Software ini dipilih karena memiliki banyak fitur pendukung. Dengan kelebihan tersebut, diharapkan akan terwujud sebuah aplikasi media pembelajaran yang atraktif dan menarik secara visual bagi siswa. Adobe Flash CS3 merupakan software yang mampu menghasilkan presentasi, game, film, CD interaktif, maupun CD pembelaja ran, serta untuk membuat situs web yang interaktif,menarik, dan dinamis.Adobe Flash CS3 mampu melengkapi situs web dengan beberapa macam animasi, suara,animasi interaktif, dan lain-lain sehingga pengguna sambil mendengarkan penjelasan mereka dapat melihat gambar animasi, maupun membaca penjelasan dalam bentuk teks. Adobe Flash CS3 merupakan versi terbaru dari pendahulunya yaitu Macromedia Flash Profesional . Penggunaan Adobe Flash CS3 sebagai software untuk pembuatan media pembelajaran interaktif berdasarkan pada beberapa kelebihan yang dimilikinya. (Sutopo, 2003: 60)

Flash tidak hanya menggabungkan elemen multimedia dengan Action Script, flash juga mempunyai kemampuan dalam membuat interaktif scripting. Adobe Flash CS3 mempunyai kelebihan dibanding program lainnya yaitu pengguna adobe flash CS3 dapat dengan mudah dan bebas dalam berkreasi membuat animasi dengan gerakan bebas sesuai dengan adegan animasi yang dikehendaki, adobe flash CS 3 menghasilkan file yang berukuran kecil, mampu menghasilkan file bertipe (ekstensi) FLA yang bersifat fleksible, karena dapat dikonversi menjadi file bertipe swf, html, jpg, png, exe, mov.


Menuju SDGs 2030 untuk pembangunan yang lebih baik bagi Indonesia, pendidikan memeberikan peranan yang cukup penting untuk daya saing bangsa dan demi meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri. Saat ini kita ketahaui bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri berkembang cukup pesat.  Banyak cara yang dapat kita lakukan sebagai sumbangsih di bidang pendidikan saat ini. Oleh karena itu menuntut kita sebagai calon guru agar lebih kreatif dan inovatif dalam penggunaan media pembelajaran di sekolah, agar tidak membosankan dan siswa lebih termotivasi dalam belajar, serta membantu siswa dalam memahami konsep pembelajaran yang disajikan. Sehingga Bagaimana menurut pendapat teman-teman berkenaan dengan digunakan nya media pembelajaran dengan sofware Adobe Flash CS3 ini di kelas ? Apakah dampak yang akan ditimbulkan jika media ini digunakan?  Apakah ini merupakan salah satu solusi agar pembelajaran dikelas terkesan tidak membosankan?