Minggu, 14 Mei 2017

Diagnosis dan Tindakan Klinis Mengatasi Kesulitan Siswa Yang Malas Belajar Kimia




A. Belajar
1. Pengertian Belajar
Menurut Slameto (1995:2) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Secara sederhana dari pengertian belajar sebagaimana yang dikemukakan oleh pendapat di atas, dapat diambil suatu pemahaman tentang hakekat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri individu.

B. Kesulitan Belajar
1. Pengertian Kesulitan
dalam Belajar Kesulitan belajar adalah kondisi proses belajar yang ditandai hambatanhambatan tertentu untuk mencapai hail belajar (Ahmadi,1990:68). Kesulitan dalam belajar adalah suatu kondisi dimana kompetensi atau prestasi yang dicapai tidak sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan Kesulitan belajar yang didefenisikan oleh The United States Office of Education (USOE) yang dikutip oleh Abdurrahman (2003 : 06) menyatakan bahwa kesulitan belajar adalah suatu gangguan dalam satu atau lebih dari proses psikologis dasar yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa ajaran atau tulisan.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar Menurut Slameto (2003 : 54), faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar ada dua, yaitu :
a. Faktor intern
Faktor intern adalah faktor yang ada di dalam individu yang sedang belajar. Faktor intern dibagi menjadi beberapa faktor, yaitu :
1) Jasmani, yang terdiri dari faktor :
a) cacat tubuh atau adanya susunan saraf yang tidak berkembang secara sempurna.
b) Mempunyai penyakit yang sifatnya menahun yang dapat menghambat usaha-usaha belajar secara optimal.
c) Kelemahan pada unsur pancaindera (misalnya mata/telinga yang tidak sempurna/cacat) yang dapat mengganggu interaksi dalam proses pembelajaran.
2) Psikologis dan mental, yang terdiri dari faktor:
a) inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.
b) Tingkat kecerdasan rendah.
c) Aktivitas yang tidak terarah,kurang semangat,kurang menguasai ketrampilan.
3) Emosional dan kebiasaan sikap yang salah, terdiri dari faktor :
a) Terdapatnya rasa tidak aman (insecurity).
b) Penyesuaian yang salah terhadap orang – orang.
c) Kurang menaruh minat terhadap pekerjaan sekolah.
d) Malas dan tidak mau belajar.
e) Sering tidak mengkuti pelajaran (bolos).
f) Banyak melakukan aktivitas yang bertentangan dan tidak menunjang aktivitas sekolah.

b. Faktor ekstern
Faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. Fak. ekstern dikelompokkan menjadi tiga faktor, yaitu :
a. Faktor Keluarga, yang meliputi: 1) cara orang tua mendidik 2) relasi antara anggota keluarga 3) suasana rumah 4) keadaan ekonomi keluarga, 5) pengertian orang tua latar 6) besar kecilnya anggota keluarga 7) Tradisi dan kultur keluarga 8) Ketrentaman dan keamanan sosio-psikologis.
b. Faktor Sekolah, yang meliputi: 1) Kelemahan dari sistem belajar mengajar pada tingkat-tingkat pendidikan. 2) Kurikulum yang seragam, buku sumber yang tidak sesuai dengan tingkat kematangan dan perbedaan individu. 3) Relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa. 4) Terlalu sering pindah sekolah atau tinggal kelas. 5) Terlalu berat beban belajar (siswa) dan atau mengjar (guru). 6) Ketidaksesuaian sistem pengajaran 7) Terlalu besar populasi siswa dalam kelas, terlalu banyak menuntut kegiatan diluar. 8) disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah.
c. Masyarakat, yang meliputi: 1) kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa, teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat. 2) Pengaruh kelompok pergaulan yang tidak edukatif dan merusak moral siswa. 3. Klasifikasi kesulitan belajar Kesulitan belajar merupakan kelompok kesulitan yang heterogen, sehingga sulit untuk diklasifikasikan secara spesifik.
Namun demikian, pengklasifikasian itu diperlukan dalam menentukan strategi pembelajaran yang tepat. Kirk dan Gallagher (1989 : 187) menjelaskan bahwa kesulitan belajar dibedakan dalam kategori besar, yaitu : a. kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan (developmental learning disabilities). b. Kesulitan belajar akademik
4. Karakteristik Siswa Berkesulitan Belajar Seperti telah dijelaskan, murid yang mengalami kesulitan belajar itu memiliki hambatan-hambatan, sehingga menampakkan gejala-gejala yang bisa diamati oleh orang lain (guru, pembimbing). Beberapa gejala sebagai pertanda adanya kesulitan belajar. Misalnya:
a. Menunujukkan prestasi rendah yang dicapai oleh kelompok kelas,
b. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Ia berusaha dengan keras tetapi nilainya selalu rendah,
c. Lambat dalam mengerjakan tugas-tugas belajar. Ia selalu tertinggal dengan kawan-kawannya dalam semua hal, misalnya dalam mengerjakan soal-soal dalam menyelesaikan tugas-tugas,
d. Menunjukkan sikap yang kurang wajar, seperti: acuh tak acuh, berpura-pura, dusta, dan lain-lain,
e. Menunjukkan tingkah laku yang berlainan,
f. Anak didik yang tergolong memiliki IQ tinggi, yang secara potensial mereka seharusnya meraih prestasi belajar yang tinggi, tetapi kenyataannya mereka mendapatkan prestasi belajar yang rendah,
g. Anak didik yang selalu menunjukkan prestasi belajar yang tinggi untuk sebagian besar mata pelajaran, tetapi di lain waktu prestasi belajarnya menurun drastis.



Problem  :
Menurut teman teman bagaimana cara yang ampuh dilakukan agar siswa kembali semangat dalam belajar kimia,dan menjadi kan kimia pelajaran favorit?  ^^