Diagnosis
dan Tindakan Klinis Mengatasi Kesulitan Siswa Yang Malas Belajar Kimia
A. Belajar
1.
Pengertian Belajar
Menurut
Slameto (1995:2) bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan
lingkungannya. Secara sederhana dari pengertian belajar sebagaimana yang
dikemukakan oleh pendapat di atas, dapat diambil suatu pemahaman tentang
hakekat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri
individu.
B. Kesulitan Belajar
1.
Pengertian Kesulitan
dalam
Belajar Kesulitan belajar adalah kondisi proses belajar yang ditandai
hambatanhambatan tertentu untuk mencapai hail belajar (Ahmadi,1990:68).
Kesulitan dalam belajar adalah suatu kondisi dimana kompetensi atau prestasi
yang dicapai tidak sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan
Kesulitan belajar yang didefenisikan oleh The United States Office of Education
(USOE) yang dikutip oleh Abdurrahman (2003 : 06) menyatakan bahwa kesulitan
belajar adalah suatu gangguan dalam satu atau lebih dari proses psikologis
dasar yang mencakup pemahaman dan penggunaan bahasa ajaran atau tulisan.
2.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar Menurut Slameto (2003 : 54),
faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar ada dua, yaitu :
a. Faktor intern
Faktor
intern adalah faktor yang ada di dalam individu yang sedang belajar. Faktor
intern dibagi menjadi beberapa faktor, yaitu :
1)
Jasmani, yang terdiri dari faktor :
a)
cacat tubuh atau adanya susunan saraf yang tidak berkembang secara sempurna.
b)
Mempunyai penyakit yang sifatnya menahun yang dapat menghambat usaha-usaha
belajar secara optimal.
c)
Kelemahan pada unsur pancaindera (misalnya mata/telinga yang tidak
sempurna/cacat) yang dapat mengganggu interaksi dalam proses pembelajaran.
2)
Psikologis dan mental, yang terdiri dari faktor:
a)
inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan dan kesiapan.
b)
Tingkat kecerdasan rendah.
c)
Aktivitas yang tidak terarah,kurang semangat,kurang menguasai ketrampilan.
3)
Emosional dan kebiasaan sikap yang salah, terdiri dari faktor :
a)
Terdapatnya rasa tidak aman (insecurity).
b)
Penyesuaian yang salah terhadap orang – orang.
c)
Kurang menaruh minat terhadap pekerjaan sekolah.
d)
Malas dan tidak mau belajar.
e)
Sering tidak mengkuti pelajaran (bolos).
f)
Banyak melakukan aktivitas yang bertentangan dan tidak menunjang aktivitas
sekolah.
b. Faktor ekstern
Faktor
ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. Fak. ekstern dikelompokkan
menjadi tiga faktor, yaitu :
a.
Faktor Keluarga, yang meliputi: 1) cara orang tua mendidik 2) relasi antara
anggota keluarga 3) suasana rumah 4) keadaan ekonomi keluarga, 5) pengertian
orang tua latar 6) besar kecilnya anggota keluarga 7) Tradisi dan kultur
keluarga 8) Ketrentaman dan keamanan sosio-psikologis.
b.
Faktor Sekolah, yang meliputi: 1) Kelemahan dari sistem belajar mengajar pada
tingkat-tingkat pendidikan. 2) Kurikulum yang seragam, buku sumber yang tidak
sesuai dengan tingkat kematangan dan perbedaan individu. 3) Relasi guru dengan
siswa, relasi siswa dengan siswa. 4) Terlalu sering pindah sekolah atau tinggal
kelas. 5) Terlalu berat beban belajar (siswa) dan atau mengjar (guru). 6)
Ketidaksesuaian sistem pengajaran 7) Terlalu besar populasi siswa dalam kelas,
terlalu banyak menuntut kegiatan diluar. 8) disiplin sekolah, alat pelajaran,
waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode
belajar, dan tugas rumah.
c.
Masyarakat, yang meliputi: 1) kegiatan siswa dalam masyarakat, media massa,
teman bergaul, dan bentuk kehidupan masyarakat. 2) Pengaruh kelompok pergaulan
yang tidak edukatif dan merusak moral siswa. 3. Klasifikasi kesulitan belajar
Kesulitan belajar merupakan kelompok kesulitan yang heterogen, sehingga sulit
untuk diklasifikasikan secara spesifik.
Namun
demikian, pengklasifikasian itu diperlukan dalam menentukan strategi
pembelajaran yang tepat. Kirk dan Gallagher (1989 : 187) menjelaskan bahwa
kesulitan belajar dibedakan dalam kategori besar, yaitu : a. kesulitan belajar
yang berhubungan dengan perkembangan (developmental learning disabilities). b. Kesulitan
belajar akademik
4.
Karakteristik Siswa Berkesulitan Belajar Seperti telah dijelaskan, murid yang
mengalami kesulitan belajar itu memiliki hambatan-hambatan, sehingga
menampakkan gejala-gejala yang bisa diamati oleh orang lain (guru, pembimbing).
Beberapa gejala sebagai pertanda adanya kesulitan belajar. Misalnya:
a.
Menunujukkan prestasi rendah yang dicapai oleh kelompok kelas,
b.
Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan. Ia berusaha
dengan keras tetapi nilainya selalu rendah,
c.
Lambat dalam mengerjakan tugas-tugas belajar. Ia selalu tertinggal dengan
kawan-kawannya dalam semua hal, misalnya dalam mengerjakan soal-soal dalam
menyelesaikan tugas-tugas,
d.
Menunjukkan sikap yang kurang wajar, seperti: acuh tak acuh, berpura-pura,
dusta, dan lain-lain,
e.
Menunjukkan tingkah laku yang berlainan,
f.
Anak didik yang tergolong memiliki IQ tinggi, yang secara potensial mereka
seharusnya meraih prestasi belajar yang tinggi, tetapi kenyataannya mereka
mendapatkan prestasi belajar yang rendah,
g.
Anak didik yang selalu menunjukkan prestasi belajar yang tinggi untuk sebagian
besar mata pelajaran, tetapi di lain waktu prestasi belajarnya menurun drastis.
Problem :
Menurut teman teman bagaimana cara yang ampuh dilakukan agar siswa kembali semangat dalam belajar kimia,dan menjadi kan kimia pelajaran favorit? ^^
